Fear
Setiap orang selalu berjuang untuk menyembunyikan ketakutan dan kelemahannya. Ada yang takut untuk buat keputusan, ada yang takut untuk ke hadapan dan ramai yang takut akan masa depan.
Once, someone said to me,
"You know what, the more I know about you.. The weaker you became pada aku."
Setiap org lahir atas dunia siap dgn package. Ada kelemahan, ada kekuatan.
Is the weakness a disadvantage for us? Untuk apa sbnrnya Allah bagi kita kelemahan tu?
Salah satu sebabnya, supaya bila kita berusaha untuk atasi kelemahan tu, along the way kita akan develop kekuatan2 baru. Kekuatan yang kadang tak pernah kita jangka.
Nick Vujicic. Born without limbs. When I first knew him, I was not able to look at him. Then, I found out that he also had gone through a phase where he wanted to kill himself (and he was only 10 at that time!). Because he felt wothless. Hidup dalam ketakutan, sebab tak nampak masa depan. But he fought his own thought and look what he has became now! Instead of looking at everything that he lacked of, he decided to look at everything he has. He inspires the world everyday to live a life without limits.
Kekurangannya menjadi kekuatannya untuk menginspirasikan berjuta manusia. Kalau dia yang tak mempunyai tangan dan kaki boleh bangkit and show his worth, why not us?
Kelemahan itu wujud untuk diatasi. Untuk menguji sejauh mana keinginan kita. Untuk menjadikan kita lebih kuat, bukan untuk menjatuhkan kita.
Aku pun banyak kelemahan dan kekurangan. One of them, aku takut air. I mean.. kolam, laut. Sebabnya, aku pernah lemas waktu umur 12 tahun, dan aku ingat lagi rasanya ketika tu. Rasa sesak, rasa helpless, rasa sorang2. Rasa badan makin lama makin jatuh ke dalam. Benda tu jadi trauma yg menghantui diri, padahal dulu aku sgt suka terjun ke dalam kolam renang yg dalam.
Tapi sampai bila? Sampai bila nak biarkan diri bermanja2 dengan kelemahan diri? Thinking will not overcome fear. But action will.
So aku degilkan diri. Hati aku meronta, tapi aku nekad pilih swimming skill as one of my subjects supaya aku xleh lari dah. Settle? Nope. Everytime terfikir pasal kelas tu, jantung akan jadi laju. Rasa nak lari sejauh mungkin. Fikir nanti kena terjun dalam kolam pun kadang cukup untuk buat air mata bertakung. Berapa kali aku bukak portal, sebab berbelah bagi nak drop atau tak.
But, I'm not turning back. This is the fight that I choose. Ini lah masanya (Aaa takuttt T_T)
Semoga setiap keinginan kita tumbuh bersama keazaman, agar tidak sekadar menjadi angan dan terhenti kerana ketakutan. Semoga kita menjadi orang2 yang berusaha menguatkan diri. Melawan ketakutan tak mudah (seriously it is extremely hard!) tapi tak mustahil. Dengan izinNya.
You are brave.
Don't make your fear of what could happen make nothing happen :)
Ready, soldier?
"Decide that you want it more than you are afraid of it."
—Bill Cosby



Comments
Post a Comment